Polemik keyakinan Ruben Onsu sampai ikut menyeret Betrand
Betrand Peto ikut buka suara setelah polemik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali ramai diperbincangkan. Isu yang muncul berkaitan dengan perpindahan keyakinan Ruben, yang kemudian menimbulkan reaksi dari berbagai pihak.
Tidak semua orang membahasnya dengan kepala dingin. Di beberapa kesempatan, nada pembicaraan justru terasa menyudutkan, seakan perubahan keyakinan otomatis membawa masalah.
Betrand menyampaikan bahwa dirinya dan adik-adiknya sempat menerima pandangan negatif pada masa tertentu. Ia menilai itu tidak adil, terutama karena posisinya masih sebagai anak.
Dari situ, Betrand ingin menjelaskan sudut pandangnya agar publik mengerti bahwa yang dibicarakan bukan sekadar “cerita orang dewasa”.
“Jangan minta kami stres”—Betrand tidak mau jadi korban opini
Betrand memulai unggahannya dengan kalimat yang cukup menyentak. Ia meminta agar tidak ada pihak yang meminta dirinya dan adik-adiknya untuk stres hanya karena ayahnya pindah keyakinan.
Kalimat itu terdengar seperti penolakan atas tekanan yang mungkin selama ini muncul. Ia seolah menegaskan: cukup sudah beban mental yang ditimpakan pada anak.
Betrand juga menekankan bahwa seharusnya ada proses pembelajaran tentang toleransi, bukan pemaksaan sikap negatif.
Kalau ini dibiarkan terus, anak-anak bisa tumbuh dengan cara pandang yang salah hanya karena informasi yang disampaikan dari lingkungan tertentu.
Ada masa ketika Betrand menerima pemahaman bahwa keyakinan baru itu buruk
Betrand mengaku pernah mendengar dan menerima pemahaman bahwa keyakinan baru Ruben “tidak baik”. Ia menyebut pemahaman itu datang dari keluarga Sarwendah.
Baginya, penjelasan semacam itu bukan sekadar obrolan. Karena ia masih berada dalam lingkungan keluarga tersebut, maka yang ia dengar menjadi semacam “aturan pikir” yang ikut membentuk persepsi.
Betrand kemudian menyadari bahwa persepsi yang dibangun dari informasi satu sisi bisa menjerumuskan.
Ia tidak menyalahkan semua orang secara langsung, tetapi ia jelas menolak narasi yang menurutnya negatif dan menekan.
Setelah tinggal dengan Ruben, pemahaman Betrand berubah
Perubahan mulai terasa ketika Betrand kembali tinggal bersama Ruben. Ia menceritakan bahwa saat itu semua menjadi berbanding terbalik dari apa yang ia dengar sebelumnya.
Betrand mengatakan bahwa pengertiannya tentang keyakinan ayahnya berubah. Yang semula ia anggap tidak baik, ternyata menurut pengalaman barunya, tidak seseram yang ia bayangkan.
Dalam unggahan itu, Betrand menyebut bahwa apa yang diucapkan dulu justru tidak sesuai dengan kenyataan yang ia temui.
Ia seperti ingin menegaskan bahwa anak-anak perlu melihat fakta, bukan hanya menerima ceramah atau penilaian sepihak.
Toleransi bukan teori—toleransi adalah cara memperlakukan anak
Pesan Betrand terasa menyentuh aspek yang lebih luas: toleransi.
Betrand seolah berkata bahwa toleransi bukan sekadar kata-kata di slogan. Toleransi itu dibuktikan lewat bagaimana orang dewasa memperlakukan anak-anak ketika ada perbedaan.
Jika orang dewasa memberi ruang anak untuk bertanya, memahami, dan menjalani dengan tenang, maka anak tidak akan terbawa emosi.
Sebaliknya, ketika perbedaan keyakinan dipakai untuk menanamkan prasangka, anak akan tumbuh dengan ketakutan tanpa dasar.
Konflik orang dewasa jangan jadi bahan konsumsi publik
Di era media sosial, setiap konflik rumah tangga cepat melebar. Tak jarang, pembahasan berubah menjadi adu opini dan saling menyerang.
Betrand sepertinya ingin mengingatkan bahwa anak-anak bukan panggung debat. Mereka tidak bertanggung jawab atas keputusan orang dewasa, tetapi justru jadi pihak yang merasakan dampaknya.
Dengan unggahan ini, Betrand terlihat sedang memagari dirinya agar tidak ikut “ditarik” ke kubu-kubuan.
Kalau publik terus menggoreng isu, anak-anak akan semakin sulit mendapatkan ketenangan.
Perbedaan keyakinan tidak harus identik dengan keburukan
Betrand menolak kesan bahwa berpindah keyakinan adalah tindakan yang otomatis buruk. Ia ingin publik memahami bahwa perubahan keyakinan bisa dipahami lebih baik jika melihat pengalaman langsung, bukan hanya cerita orang.
Ia menunjukkan bahwa pandangan negatif yang ia terima sebelumnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ia rasakan setelah tinggal dengan Ruben.
Dari situ, Betrand ingin orang dewasa berpikir ulang: apakah selama ini pesan yang disampaikan benar-benar mendidik, atau justru membuat anak makin tertekan.
Ia ingin diskusi berjalan lebih dewasa dan tidak menambah luka.
Penutup: Betrand memilih meminta hak ketenangan
Pada akhirnya, Betrand memilih jalur yang tidak panjang lebar: ia meminta hak ketenangan untuk dirinya dan adik-adiknya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua pemahaman yang ditanamkan di satu masa akan terbukti benar setelah anak tumbuh dan mengalami sendiri.
Pesan Betrand adalah ajakan untuk toleransi yang nyata, bukan toleransi yang hanya muncul saat berbicara saja. Dan yang paling penting, anak-anak tidak boleh jadi sasaran tekanan emosional dari konflik keyakinan.
