Dunia jam tangan kembali diguncang oleh langkah tak terduga dari Swatch dan Audemars Piguet. Setelah sukses besar lewat MoonSwatch bersama Omega dan kolaborasi Blancpain x Swatch, kini Swatch resmi menggandeng salah satu nama paling sakral di dunia horologi Swiss: Audemars Piguet.
Kolaborasi terbaru ini diberi nama “Royal Pop”, sebuah rilisan unik yang langsung memancing perdebatan, antusiasme, sekaligus rasa penasaran para kolektor di seluruh dunia. Berbeda dari ekspektasi publik yang membayangkan versi murah dari Royal Oak untuk pergelangan tangan, Swatch dan AP justru memilih jalur yang jauh lebih eksperimental.
Hasilnya bukan wristwatch biasa, melainkan jam saku modern bergaya wearable art yang bisa dikalungkan atau dipasang pada aksesori fashion.
Informasi mengenai koleksi ini juga telah dikonfirmasi oleh sejumlah media horologi internasional seperti Wired, GQ, Hodinkee, hingga Esquire.
Bukan Royal Oak Murah, Tapi Interpretasi Baru
Sejak teaser pertama muncul awal Mei 2026, media sosial dipenuhi konsep AI dan render fan-made yang memperlihatkan “Royal Oak versi Swatch”. Namun kenyataannya jauh berbeda.
Royal Pop mengambil inspirasi dari lini Swatch POP tahun 1986, dipadukan dengan DNA desain Royal Oak milik Audemars Piguet. Bentuknya menyerupai jam saku futuristik dengan bezel oktagonal khas AP lengkap dengan exposed screw yang ikonik.
Keputusan untuk tidak membuat wristwatch ternyata bukan tanpa alasan. Banyak analis horologi menilai AP dan Swatch ingin menghindari kesan “Royal Oak murah” yang berpotensi merusak eksklusivitas AP sebagai brand luxury watch kelas atas.
Sebaliknya, mereka memilih menciptakan produk yang terasa seperti collectible piece dan fashion statement modern.
Pendekatan ini dinilai lebih aman sekaligus lebih kreatif.
Hadir dalam 8 Varian Warna
Royal Pop hadir dalam total delapan model berbeda. Angka delapan dipilih sebagai penghormatan terhadap bezel segi delapan milik Royal Oak yang sudah menjadi identitas utama AP sejak 1972.
Koleksi ini dibagi menjadi dua kategori utama:
1. Lépine Style
Versi ini hadir dengan desain lebih minimalis. Crown ditempatkan di posisi angka 12 dan hanya memiliki dua jarum utama tanpa subdial detik.
Warna yang tersedia antara lain:
- Pink merah ceri
- Hijau terang
- Navy oranye
- Hitam putih monokrom
- Kombinasi pop-art lainnya
Desainnya terasa playful tetapi tetap membawa siluet khas Royal Oak.
2. Savonnette Style
Versi ini lebih kompleks secara visual. Crown dipindahkan ke posisi angka 3 dan terdapat subdial detik tambahan.
Dua model Savonnette disebut menjadi varian paling diburu karena tampil jauh lebih eksentrik dengan perpaduan warna seperti pink, kuning, dan turquoise.
Mesin Mekanikal Jadi Kejutan Terbesar
Salah satu hal paling mengejutkan dari Royal Pop adalah penggunaan movement mekanikal.
Swatch tidak memakai mesin quartz biasa seperti banyak produk mereka sebelumnya. Sebaliknya, Royal Pop menggunakan Sistem51 hand-wound yang telah dimodifikasi khusus untuk kolaborasi ini.
Beberapa spesifikasi yang sudah terverifikasi antara lain:
- Movement mekanikal manual winding
- Power reserve hingga 90 jam
- Pegas Nivachron anti-magnetik
- Exhibition caseback transparan
- Kristal safir depan dan belakang
- Dial Petite Tapisserie khas Royal Oak
- Water resistance 2 bar atau sekitar 20 meter
Banyak pengamat menyebut spesifikasi ini terlalu “mewah” untuk ukuran produk Swatch.
Kristal safir misalnya, biasanya ditemukan pada jam tangan kelas premium. Kehadirannya di Royal Pop menjadi salah satu alasan mengapa koleksi ini dianggap jauh lebih serius dibanding kolaborasi Swatch sebelumnya.
Harga Resmi dan Prediksi Pasar Indonesia
Berdasarkan informasi resmi yang dikutip Wired dan GQ, harga retail global untuk AP x Swatch Royal Pop adalah:
- Versi Lépine: USD 400
- Versi Savonnette: USD 420
Jika dikonversi menggunakan kurs Rp16.300 per dolar AS, maka kisaran harga resminya berada di angka:
- Rp6,5 juta untuk Lépine
- Rp6,8 juta untuk Savonnette
Namun harga retail diperkirakan hanya akan menjadi “harga mimpi”.
Seperti fenomena MoonSwatch beberapa tahun lalu, animo global terhadap Royal Pop sangat tinggi. Bahkan sejumlah laporan media internasional menyebut penggemar mulai mengantre di depan toko Swatch beberapa hari sebelum peluncuran resmi pada 16 Mei 2026.
Di pasar sekunder atau grey market, harga diperkirakan melonjak tajam.
Berdasarkan tren resale MoonSwatch dan analisis komunitas horologi internasional, harga Royal Pop di Indonesia diprediksi dapat mencapai:
- Rp12 juta hingga Rp18 juta untuk model umum
- Rp20 juta hingga Rp30 juta untuk warna paling langka dan paling dicari
Prediksi ini masih bersifat estimasi pasar karena penjualan resmi baru dimulai pekan ini.
Reaksi Dunia Horologi Terbelah
Kolaborasi ini memicu reaksi yang sangat beragam.
Sebagian kolektor menyebut AP x Swatch sebagai langkah revolusioner yang berhasil membawa dunia luxury watch lebih dekat dengan generasi muda.
Namun sebagian lainnya menilai langkah ini terlalu “bermain-main” untuk brand sekelas Audemars Piguet. Bahkan ada yang menyebutnya seperti “Ferrari ditempel logo mobil rakyat”.
Meski begitu, satu hal tampaknya sudah pasti.
Royal Pop berhasil mencuri perhatian dunia.
Dalam beberapa hari terakhir, nama kolaborasi ini mendominasi forum jam tangan, media sosial, hingga komunitas streetwear global. Fenomena ini membuktikan bahwa Swatch masih menjadi pemain paling agresif dalam menciptakan hype culture di industri horologi modern.
Sumber data artikel ini berasal dari materi pengguna dan laporan media internasional terverifikasi.



















