Perusahaan pengembang gim Valve kembali menghadirkan perangkat keras terbaru berupa Steam Controller generasi kedua yang dijadwalkan rilis pada 4 Mei 2026. Produk ini langsung menarik perhatian karena membawa pendekatan berbeda dibanding controller konvensional, dengan harga yang berada di kisaran 99 dolar AS atau sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta, tergantung kurs dan biaya distribusi di masing-masing wilayah.
Steam Controller terbaru ini bukan sekadar alat kontrol tambahan. Valve secara jelas menempatkan perangkat ini sebagai bagian penting dari ekosistem Steam, yang mencakup PC, Steam Deck, hingga rencana perangkat konsol Steam Machine di masa mendatang.
Harga dan Segmentasi Pasar
Dengan banderol 99 dolar AS, Steam Controller masuk dalam kategori premium. Jika dikonversikan ke rupiah, harga tersebut berada di kisaran Rp1,6 jutaan. Posisi harga ini lebih tinggi dibanding controller standar seperti Xbox Wireless Controller, namun masih berada di bawah beberapa controller kelas profesional.
Harga tersebut mencerminkan pendekatan Valve yang tidak sekadar menghadirkan controller biasa, tetapi perangkat dengan fitur khusus yang menargetkan pengguna tertentu, terutama pemain yang aktif di platform Steam.
Key Selling Point: Teknologi dan Integrasi
Steam Controller generasi kedua membawa sejumlah fitur yang menjadi nilai jual utama. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan sensor TMR atau Tunnel Magnetoresistance pada joystick. Teknologi ini menawarkan presisi tinggi dan diklaim mampu menghilangkan masalah stick drift yang sering terjadi pada controller tradisional.
Selain itu, perangkat ini dilengkapi dua trackpad haptik berbentuk persegi. Trackpad ini memungkinkan pengguna mengontrol gim seperti menggunakan mouse, sebuah fitur penting untuk gim PC yang tidak sepenuhnya kompatibel dengan controller biasa.
Fitur lain yang menjadi pembeda adalah Grip Sense. Teknologi ini memungkinkan bagian pegangan controller berfungsi sebagai tombol tambahan yang dapat diprogram. Dengan kata lain, pengguna memiliki lebih banyak opsi kontrol dibanding controller standar.
Steam Controller juga menawarkan integrasi penuh dengan Steam Deck. Pengaturan kontrol yang sudah dibuat di perangkat genggam tersebut dapat langsung digunakan tanpa perlu konfigurasi ulang saat berpindah ke controller.
Seorang penguji dari media teknologi mencatat bahwa perpindahan antar perangkat terasa mulus, tanpa perlu penyesuaian tambahan yang biasanya terjadi saat menggunakan controller lain.
Desain dan Kenyamanan
Dari sisi desain, Steam Controller generasi terbaru mengalami perubahan signifikan dibanding versi lama. Bentuknya lebih ergonomis dengan distribusi tombol yang lebih familiar.
Controller ini juga dilengkapi tombol tambahan di bagian belakang yang memberikan fleksibilitas lebih dalam pengaturan kontrol. Dalam pengujian penggunaan, perangkat ini dinilai nyaman digunakan dalam sesi bermain panjang, meski ada catatan pada posisi beberapa tombol belakang yang dianggap kurang ideal bagi sebagian pengguna.
Material yang digunakan memberikan kesan kokoh, dengan bobot yang tetap ringan sehingga tidak membebani tangan saat digunakan dalam waktu lama.
Konektivitas dan Performa
Steam Controller menggunakan sistem konektivitas nirkabel 2.4GHz melalui perangkat tambahan berupa USB-C “puck”. Sistem ini dirancang untuk memberikan koneksi stabil dengan latensi rendah, yang penting untuk permainan kompetitif.
Selain itu, tersedia juga opsi koneksi Bluetooth dan kabel. Namun, penggunaan Bluetooth dinilai kurang praktis karena memerlukan kombinasi tombol tertentu untuk pairing.
Valve mengklaim daya tahan baterai perangkat ini mencapai lebih dari 35 jam dalam satu kali pengisian. Dalam penggunaan awal, klaim ini belum sepenuhnya diverifikasi secara detail, namun laporan pengguna menunjukkan baterai mampu bertahan dalam penggunaan intens tanpa masalah berarti.
Kelebihan Utama
Beberapa poin utama yang menjadi keunggulan Steam Controller 2026 antara lain:
- Sensor TMR yang meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko stick drift
- Dual trackpad haptik untuk kontrol ala mouse
- Integrasi langsung dengan Steam dan Steam Deck
- Grip Sense untuk tambahan tombol yang fleksibel
- Daya tahan baterai panjang hingga lebih dari 35 jam
Fitur-fitur ini menjadikan Steam Controller berbeda dibanding controller pada umumnya.
Keterbatasan yang Perlu Diperhatikan
Meski membawa banyak inovasi, perangkat ini juga memiliki keterbatasan. Steam Controller tidak dirancang sebagai controller universal. Pengguna harus menjalankan aplikasi Steam agar perangkat berfungsi secara optimal.
Artinya, penggunaan di platform lain seperti Epic Games Store atau aplikasi non-Steam akan sangat terbatas. Dalam beberapa kasus, controller hanya dikenali sebagai mouse dan keyboard.
Selain itu, beberapa fitur seperti Grip Sense masih dinilai belum konsisten dalam penggunaan awal. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat masih berpotensi mendapatkan pembaruan di masa mendatang.
Posisi dalam Ekosistem Valve
Steam Controller menjadi bagian penting dari strategi Valve dalam mengembangkan ekosistem perangkat keras. Perangkat ini dirancang untuk mendukung pengalaman bermain lintas perangkat, mulai dari PC hingga ruang tamu.
Meski proyek lain seperti Steam Machine dan perangkat VR masih mengalami penundaan, Steam Controller tetap menjadi produk yang sudah siap digunakan saat ini.
Kesimpulan
Steam Controller generasi kedua hadir sebagai perangkat dengan fokus yang jelas, yaitu memberikan pengalaman bermain PC yang lebih fleksibel dan nyaman di ruang tamu. Dengan harga sekitar Rp1,6 jutaan, produk ini menawarkan fitur yang tidak ditemukan pada controller biasa.
Namun, perangkat ini tidak ditujukan untuk semua pengguna. Steam Controller lebih cocok bagi pemain yang aktif menggunakan Steam dan ingin memaksimalkan pengalaman bermain lintas perangkat.
Bagi pengguna umum yang membutuhkan controller serbaguna, pilihan lain mungkin lebih relevan. Namun bagi pengguna Steam, perangkat ini menjadi salah satu inovasi yang layak dipertimbangkan.



















