Awal Mula Motor yang Terlihat “Tidak Biasa”
Kalau melihat motor di jalan, biasanya kita bisa langsung menebak jenisnya. Sport, skutik, atau cruiser. Tapi cerita itu langsung berubah ketika melihat Honda NM4 Vultus. Bentuknya sulit dikategorikan, bahkan bagi orang yang sudah lama mengikuti dunia otomotif.
Motor ini pertama kali muncul sebagai konsep sebelum akhirnya benar-benar diproduksi sekitar tahun 2014. Dari awal, Honda memang tidak berniat membuat motor yang “aman”. Mereka justru ingin menghadirkan sesuatu yang memancing reaksi.
Hasilnya? Banyak orang yang kaget, ada yang langsung suka, tapi tidak sedikit juga yang bingung. Bahkan sampai sekarang, motor ini masih sering jadi bahan obrolan karena desainnya.
Menariknya, pendekatan seperti ini memang disengaja. Honda ingin membuat motor yang bisa jadi pembuka percakapan di jalan, bukan sekadar alat transportasi biasa.
Desain Futuristik yang Terasa seperti Kendaraan Film
Salah satu hal yang paling mencolok dari NM4 Vultus adalah tampilannya. Bagian depan terlihat panjang dan rendah, dengan garis desain yang tajam dan tidak biasa.
Banyak yang membandingkan motor ini dengan kendaraan di film atau anime Jepang. Bahkan ada yang menyebutnya mirip motor dalam dunia fiksi seperti Akira.
Bodi yang lebar dengan posisi duduk rendah membuat motor ini terlihat seperti “melayang” di atas jalan. Ini bukan desain yang dibuat setengah-setengah, tapi benar-benar total.
Namun konsekuensinya jelas: tidak semua orang langsung cocok. Desain seperti ini biasanya punya penggemar sendiri yang memang mencari sesuatu yang berbeda.
Mesin Besar tapi Tidak Agresif
Di balik tampilannya yang agresif, mesin NM4 Vultus justru punya karakter yang santai. Kapasitasnya 745 cc dengan konfigurasi dua silinder.
Tenaga yang dihasilkan sekitar 54 hp dengan torsi 68 Nm. Angka ini sebenarnya cukup besar, tapi cara penyampaiannya tidak terasa liar.
Motor ini lebih terasa halus daripada beringas. Saat dipakai, tenaganya keluar secara bertahap dan mudah dikontrol.
Ini membuat motor cocok untuk perjalanan panjang, bukan untuk kebut-kebutan. Jadi meskipun tampilannya seperti motor masa depan, karakternya justru kalem.
Transmisi DCT yang Bikin Pengalaman Berbeda
Salah satu fitur paling menarik dari NM4 adalah penggunaan Dual Clutch Transmission atau DCT. Sistem ini membuat motor bisa berpindah gigi secara otomatis.
Pengendara tidak perlu repot memainkan kopling atau memindahkan gigi seperti motor manual. Tapi di sisi lain, sensasinya masih terasa seperti motor besar.
Perpindahan giginya juga cepat dan halus. Hampir tidak ada jeda yang mengganggu saat akselerasi.
Bagi yang baru mencoba, mungkin terasa aneh di awal. Tapi setelah beberapa waktu, banyak yang justru merasa lebih nyaman dengan sistem ini.
Posisi Duduk yang Lebih Mirip Kursi Santai
Hal lain yang langsung terasa saat duduk di atas NM4 adalah posisi berkendaranya. Joknya rendah, sekitar 650 mm, dan posisi kaki cenderung ke depan.
Ini membuat pengendara seperti duduk di kursi santai, bukan di atas motor konvensional.
Untuk perjalanan jauh, posisi ini cukup nyaman. Badan tidak cepat pegal, dan pengendara bisa menikmati perjalanan dengan lebih santai.
Namun untuk kondisi macet atau jalan sempit, posisi ini bisa terasa kurang fleksibel. Tidak semua orang langsung merasa cocok.
Dimensi Besar dengan Stabilitas Tinggi
NM4 Vultus punya dimensi yang cukup besar. Panjangnya mencapai sekitar 2.380 mm dengan bobot sekitar 245 kg.
Ukuran ini membuat motor terasa sangat stabil saat melaju di jalan lurus.
Saat kecepatan meningkat, motor tetap terasa tenang. Tidak mudah goyah, bahkan saat kondisi jalan tidak sempurna.
Namun di sisi lain, ukuran ini juga membuatnya kurang lincah. Untuk bermanuver di ruang sempit, pengendara perlu ekstra hati-hati.
Fitur yang Sudah Modern untuk Zamannya
Meskipun terlihat seperti motor konsep, fitur NM4 sebenarnya cukup lengkap.
Motor ini sudah dilengkapi ABS untuk membantu pengereman. Selain itu, ada juga traction control yang menjaga traksi roda tetap stabil.
Panel instrumen digital juga memberikan informasi yang cukup lengkap untuk pengendara.
Semua fitur ini membuat motor terasa modern, meskipun sekarang sudah tidak lagi diproduksi.
Efisiensi yang Masih Masuk Akal
Mesin besar biasanya identik dengan konsumsi bahan bakar yang boros. Tapi NM4 Vultus justru cukup efisien.
Konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai sekitar 28 km per liter untuk penggunaan dalam kota.
Untuk ukuran mesin 745 cc, angka ini tergolong baik.
Hal ini menunjukkan bahwa motor ini tidak hanya fokus pada desain, tapi juga tetap mempertimbangkan efisiensi.
Kenapa Tidak Bertahan Lama di Pasar
Meskipun unik, NM4 Vultus tidak bertahan lama di pasar. Produksinya dihentikan setelah beberapa tahun.
Salah satu alasannya adalah segmentasi yang terlalu sempit. Tidak banyak orang yang benar-benar mencari motor dengan konsep seperti ini.
Selain itu, desain yang terlalu berbeda membuatnya sulit diterima oleh pasar yang cenderung konservatif.
Banyak orang akhirnya memilih motor yang lebih umum dan mudah digunakan.
Lebih Banyak Dicintai sebagai Konsep daripada Produk
Menariknya, meskipun tidak sukses secara penjualan, NM4 Vultus tetap punya tempat di hati penggemar otomotif.
Motor ini sering dianggap sebagai salah satu desain paling berani yang pernah dibuat Honda.
Banyak yang mengapresiasi keberanian tersebut, meskipun tidak semua orang ingin memilikinya.
Di beberapa komunitas, motor ini bahkan dianggap sebagai “koleksi” yang unik.
Pengalaman Berkendara yang Tidak Biasa
Mengendarai NM4 bukan sekadar soal berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Ada sensasi berbeda yang dirasakan, mulai dari posisi duduk hingga cara motor merespons.
Semua terasa tidak biasa, tapi justru di situlah daya tariknya.
Motor ini seperti menawarkan pengalaman baru bagi pengendara.
Masih Sering Jadi Bahan Obrolan
Walaupun sudah tidak diproduksi, NM4 Vultus masih sering dibicarakan.
Baik di forum, komunitas, maupun media sosial, motor ini sering muncul sebagai contoh desain unik.
Bahkan banyak yang baru tahu motor ini setelah melihatnya secara tidak sengaja di internet.
Dan reaksi yang muncul biasanya sama: kagum, bingung, atau keduanya sekaligus.
Tidak untuk Semua Orang, Tapi Punya Penggemar Setia
Pada akhirnya, NM4 Vultus memang bukan motor untuk semua orang.
Desain, posisi duduk, dan karakter berkendaranya terlalu spesifik.
Namun bagi mereka yang cocok, motor ini bisa jadi sesuatu yang sangat istimewa.
Karena tidak hanya berbeda, tapi juga punya cerita.
Kesimpulan: Motor yang Lebih dari Sekadar Kendaraan
Honda NM4 Vultus adalah bukti bahwa motor tidak selalu harus mengikuti aturan.
Ia hadir sebagai eksperimen yang berani, dengan desain dan konsep yang tidak biasa.
Meskipun tidak sukses secara komersial, motor ini tetap dikenang.
Dan mungkin itu yang membuatnya lebih menarik: bukan karena jumlahnya, tapi karena keberaniannya untuk berbeda.
