Game simulasi pembangunan kota TheoTown kembali menjadi perbincangan hangat di Indonesia pada awal Januari 2026. Lonjakan jumlah pemain yang masuk secara bersamaan membuat sistem autentikasi kewalahan. Dampaknya, akses login ke dalam game sempat dibatasi, terutama bagi pengguna Android, sebelum akhirnya pengembang menambah kapasitas server.
Pembatasan login ini terjadi pada jam-jam tertentu ketika trafik pemain baru memuncak. Sejumlah gamer melaporkan tidak bisa masuk ke dalam game meski koneksi internet dalam kondisi normal. Kondisi tersebut bukan disebabkan gangguan pada perangkat pengguna, melainkan akibat beban server yang melebihi kapasitas harian.
Pengembang TheoTown, Lobby Divinus, mengonfirmasi bahwa lonjakan pemain dari Indonesia termasuk yang terbesar sepanjang sejarah game tersebut. Pertumbuhan pengguna dinilai terjadi sangat cepat dan terpusat dari satu negara dalam waktu singkat. Situasi ini membuat pihak pengembang harus mengambil langkah darurat untuk menjaga stabilitas layanan.
Sebagai respons, pengembang menambah kapasitas server dan melakukan penyesuaian infrastruktur backend. Setelah proses tersebut berjalan, pembatasan login mulai dilonggarkan secara bertahap. Akses ke dalam game kini kembali normal dan pemain baru dapat masuk tanpa kendala berarti.
Fenomena ini menandai kembalinya popularitas TheoTown, game city-building yang pertama kali dirilis pada 2019. TheoTown mengajak pemain berperan sebagai wali kota yang bertanggung jawab merancang dan mengelola sebuah kota dari nol. Pemain mengatur zona perumahan, industri, dan bisnis, serta membangun infrastruktur penting seperti jalan, listrik, air, transportasi umum, hingga layanan publik.
Meski mengusung grafis pixel-art yang sederhana, TheoTown dikenal memiliki sistem simulasi yang cukup dalam. Pengelolaan pajak, kepadatan penduduk, tingkat kebahagiaan warga, hingga keseimbangan ekonomi menjadi faktor penting yang menentukan perkembangan kota. Kompleksitas inilah yang membuat TheoTown sering disebut sebagai salah satu game simulasi kota paling realistis di platform mobile.
Di Indonesia, popularitas TheoTown melonjak seiring ramainya konten game ini di media sosial dan platform video. Salah satu pemicunya adalah tayangan live streaming dari kreator besar seperti Windah Basudara, yang memainkan TheoTown di depan ratusan ribu penonton. Tayangan tersebut memicu rasa penasaran penonton, yang kemudian ramai-ramai mengunduh dan mencoba game tersebut.
Efek domino dari konten streaming ini terlihat jelas. Dalam waktu singkat, komunitas TheoTown Indonesia tumbuh pesat. Grup diskusi di media sosial dipenuhi tangkapan layar kota buatan pemain lokal, lengkap dengan komentar, saran tata kota, hingga perbandingan desain antar pemain. Beberapa pemain bahkan mengadopsi konsep kota khas Indonesia, seperti permukiman padat, pasar tradisional, dan jalan sempit yang realistis.
Selain itu, aktivitas komunitas lokal turut mendorong lonjakan pemain. Sejumlah kreator Indonesia membuat plugin dan modifikasi bertema lokal, mulai dari bangunan khas daerah, masjid, terminal bus, hingga elemen infrastruktur yang sering dijumpai di kota-kota Indonesia. Modifikasi ini membuat TheoTown terasa lebih dekat dengan realitas lokal dan menarik minat pemain baru.
Di sisi lain, lonjakan pemain yang terlalu cepat juga memunculkan keluhan. Beberapa pengguna menyayangkan pembatasan login yang sempat terjadi, terutama bagi pemain baru yang ingin langsung mencoba game setelah menonton konten viral. Namun, pengembang menegaskan bahwa langkah tersebut diperlukan demi menjaga kestabilan sistem.
Setelah penambahan server dilakukan, situasi berangsur normal. Hingga kini, antusiasme pemain Indonesia masih tinggi, dengan jumlah pemain aktif yang tetap meningkat. TheoTown tersedia di berbagai platform, termasuk PC, Android, dan iOS, sehingga dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.
Fenomena TheoTown di Indonesia menunjukkan kuatnya pengaruh komunitas dan kreator konten dalam membentuk tren game. Dalam waktu singkat, sebuah game lama bisa kembali viral dan menarik jutaan pemain baru, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur pengembang dalam menghadapi lonjakan trafik yang tidak terduga.



















