Dinamika Pariwisata Kota Palembang: Menggerakkan Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal
Kota Palembang, sebagai jantung Provinsi Sumatera Selatan, terus menunjukkan geliatnya sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan yang menarik di Indonesia. Dengan kekayaan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, warisan budaya yang kental, dan pesona kuliner yang tak tertandingi, Pariwisata Kota Palembang bukan sekadar menawarkan pengalaman berlibur, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ikon legendaris seperti Sungai Musi dan Jembatan Ampera senantiasa menjadi magnet bagi wisatawan. Ditambah lagi dengan sajian Kuliner Palembang yang mendunia seperti pempek, serta produk kriya lokal yang otentik, menjadikan Palembang memiliki identitas wisata yang kuat. Potensi ini secara bertahap menempatkan sektor pariwisata sebagai kekuatan pendorong ekonomi lokal yang mampu menciptakan dampak luas.
Geliat Pemulihan dan Daya Tarik Urban Tourism
Tren positif Pemulihan pariwisata pascapandemi COVID-19 sangat terasa di Palembang. Pada tahun 2023, Kunjungan wisatawan mencapai angka yang menggembirakan, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadi indikator vital bahwa kepercayaan publik untuk berwisata telah kembali, sekaligus memicu kembali aktivitas di sektor-sektor penunjang seperti perhotelan, restoran, dan transportasi. Perkembangan ini menegaskan peran Palembang sebagai pusat Urban tourism yang dinamis, memadukan pesona masa lalu dengan geliat kehidupan modern.
Pemerintah Kota Palembang tidak tinggal diam dalam upaya mempercepat pemulihan dan peningkatan sektor ini. Melalui berbagai program dan kebijakan, Dinas Pariwisata aktif mempromosikan Destinasi wisata dengan penyelenggaraan Event pariwisata yang inovatif. Inisiatif seperti Calendar of Charming Events telah menjadi agenda tahunan yang dinanti, dengan jumlah event yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Beberapa agenda unggulan, termasuk Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar Tradisional, bahkan telah diakui dan masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara, menunjukkan kualitas dan daya tarik event Palembang di kancah yang lebih luas.
Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Lokal dan Multiplier Effect
Lebih dari sekadar jumlah kunjungan, sektor pariwisata memiliki peran fundamental dalam memacu pertumbuhan Ekonomi kreatif dan UMKM di Palembang. Banyak pelaku UMKM, mulai dari produsen pempek, pengrajin songket, hingga penjual kain jumputan, merasakan langsung dampak positif dari geliat pariwisata. Peningkatan Kunjungan wisatawan secara langsung berbanding lurus dengan permintaan akan produk-produk khas daerah, menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian masyarakat.
Kontribusi pariwisata juga tercermin jelas dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak dari sektor perhotelan, restoran, dan hiburan menjadi salah satu penyumbang terbesar, dengan pajak restoran sebagai kontributor utama, menggarisbawahi posisi Palembang sebagai destinasi Kuliner Palembang yang tak pernah sepi. Angka PDRB Kota Palembang yang terus meningkat juga secara tidak langsung menunjukkan kontribusi besar dari sektor-sektor pendukung pariwisata ini.
Melihat perkembangan ini, harapan untuk masa depan pariwisata Palembang sangat cerah. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan bahwa pertumbuhan ini bersifat inklusif dan berkelanjutan. Dengan terus berinovasi dalam penyelenggaraan Event pariwisata, penguatan Destinasi wisata, serta pemberdayaan UMKM, Pariwisata Kota Palembang akan terus menjadi lokomotif pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.



















